Loading

wait a moment

Tips Seputar Plastering dinding

Plastering /plester adalah pekerjaan pelapisan dinding bata dengan menggunakan mortar (campuran pasir dan semen). Pekerjaan plaster adalah pekerjaan yang relatif mudah, namun bila kurang memperhatikan metode kerja yang benar dan tepat maka tidak mustahil akan dihasilkan pekerjaan yang kurang baik seperti :

plasteran yang retak retak . Hali ini bisa disebabkan oleh banyak hal seperti pasir yang banyak mengandung lumpur, dan bisa disebabkan oleh kurang sempurnanya curing.

plasteran yang bergelombang atau ridak halus
kulit bagian luar mengelupas
dumy yaitu plasteran tidak menyatu dengan bidang yang diplaster.
berhubungan hal hal tersebut diatas maka untuk menghasilkan palsteran yang baik harus diperhatikan:
metoda kerja yang benar dan tepat
pekerja/tukang yang mahir dan trampil
bahan yang dipakai harus memenuhi syarat, antara lain semen belum kadaluarsa,kadar lumpur pasir maksimum 5% dsb.

Pelaksanaan pekerjaan plaster
1. setelah plaster kasar selesai langsung difinish dengan pasta semen /di aci.

Cara ini cenderung menghasilkan hasil acian yang bergelembung dan mudah retak retak, namun Acian dengan mortar plasteran tidak mudah lepas.

2.Setelah plaster kasar selesai, finishingnya menunggu reaksi kimia plasteran selesai minimal 7 hari.

Cara ini menghasilkan hasil plasteran yang tidak mudah retak retak,tidak bergelombang, namun acian cenderung mudah mengelupas bila pelaksanaannya tidak tepat.

Satu hal yang penting diperhatikan adalah melakukan penyiraman terhadap bata/ lantai yang akan di plaster. Hal ini untuk menghindari hilangnya air semen secara cepat yang dapat mengakibatkan penyusutan semen secara mendadak dan mengakibatkan plaster menjadi retak.

Similar Posts: